NGOPI

Jenuh merupakan sebuah keabsahan hidup yang pasti setiap orang mengalaminya, kejenuhan kadang membuat orang jadi seperti bukan manusia pada umumnya, jenuh oleh para praktisi kesehatan dikategorikan sebagai “penyakit yang mematikan’, banyak alasan yang bisa membuat orang jenuh.

Menyikapi kejenuhan harus dengan santai, pahamilah ini kehidupan bukan kematian, tingkah laku yang kita kerjakan sebenarnya menjemukan, semuanya beralur sama dan terus diulang-ulang, rasakanlah kita makan-kenyang-makan lagi, kita mandi-kotor-mandi lagi, teruslah seperti itu sampi Tuhan panggil kita kepangkuannya.

Menikmati hidup bukan berarti kita hanya bersenang-senang saja, namun hidup akan terasa tidak menjemukan ketika kita selalu bersyukur, menikmati setiap proses kehidupan yang kita alami dengan lapang dada, bersandar kepada yang seharuskan kita sandari, Tuhan selalu ada buat ciptaannya dalam keadaan apapun.

Mempersulit hidup bukan disebabkan karena keadaan, namun manusia terkadang lupa bahwa yang sebenarnya membuat kehidupan ini menjadi sulit ternyata manusianya sendiri, terus mengeluh dan menyalahkan keadaan bukan solusi untuk menghilangkan kejenuhan hidup, hati dan pikiran kita harus kita arahkan ke arah yang Tuhan inginkan, manusia diciptakan lemah, manusia diciptakan untuk bersusah payah, kalaulah memang kita tidak berbesar hati mensyukuri kejenuhan ini, niscaya kejenuhan akan mematikan.

Terus berkutat untuk memahami hidup merupakan haliah kejiwaan yang harus dijalani setiap manusia karena setelah memahami akan hakikat hidup yang sebenarnya, maka kita akan memahami siapa kita sebenarnya, cerita ini tercetus ketika kita sedang “NGOPI” Ngobrolin Perkara Iman dengan tempat kejadiannya di tempat ngopi juga.

Iklan

Pendidikan Miris

Menyayangi anak dari buah pernikahan ibu dan bapaknya merupakan qudrat yang telah ditanamkan Tuhan pada setian orangtua, bahkan penanaman kasih sayang Tuhan bukan hanya pada manusia, binatangpun ditanama rasa kasih sayang, tentulah kalau saja Tuhan tidak menanamkan rasa kasih sayang dalam setiap orangtua, apalah jadinya nasih anak-anaknya.

Salah satu tuntutan anak terhadap orangtua adalah memberikan dia nama yang baik, memberikan dia pendidikan yang layak serta menikahkan anaknya, tidak akan ada orangtua yang ingin anaknya menjadi sengsara, pasti orangtua menginginkan anak-anaknya yang sukses, pintar serta berbahagia.

Pemikiran orangtua yang menginginkan anaknya untuk menjadi anak yang sukses, pintar dan berbahagia mendorongnya untuk memasukan sang anak kepada pendidikan yang layak, bahkan orangtua rela menggelontorkan uang yang tidak sedikit hanya untuk anaknya supaya mndapatkan pendidikan yang bertarap favorit dan elit.

Sebenarnya pendidikan terbaik bagi anka adalah keluarga yang didalamnya ada ibu dan bapaknya, sampai kapanpun ibu dan bapak merupakan guru terbaik bagi anak-anaknya, namun menginginkan pendidikan yang luas dan didorong ketidak mampuan orangtua mendidik sehingga banyak orangtua yang menitipkan anak-anaknya kelembaga pendidikan.

Ekspektasi orangtua yang menitipkan anaknya dilembaga-lembaga pendidikan cendrung beragam, namun kebanyakan tujuannya sama seperti diatas, namun seiring berjalannya banyak orangtua keterlanjuran terlalu menyayangi anaknya, sehingga terkadang menghambat perkembangan pendidikan si anaknya itu sendiri, dimasa sekarang barulah Aku mendengar ada guru yang dipenjara hanya karena menegur anak didiknya karena jarang sekolah, si anak didik melapor keorangtuanya dan orangtuanya lebih memihak kepada anaknya padahal anaknya yang salah, diadukam ke Komisi Perlindungan Anak ditelusuri dihakimi dan jadilah sang guru yang niatannya ingin memperbaiki dan memeberikan pendidikan kepada si anak menjadi seorang tersangka.

Semakin kesini kasus seperti ini sudah menjadi barang lumrah, padahal prosedur disetiap lembaga berbeda bisa jadi hukuman pisik merupakan solusi terakhir supaya si anak merasa jera dari berbuat salah dan sadar, namun disayangkan semakin kesini orangtua cendrung lebih memihak kepada anaknya yang salah.

Membicarakan bagaimana pendidikan masa dulu sangat jauh berbeda, orangtua dulu apabila anaknya dihukum fisik karena berbuat kesalahan dan hukuman fisik merupakan solusi terakhir setelah menempuh beberapa prosedur dan kemudian anaknya mengadu kepada orangtua justru sang orangtua malah menambah hukuman si anak, karena orangtua dulu guru tidak serta merta memerahi atau menghukum kecuali si anak ada dalam salah dan dengan cara seperti itu sang guru menginginkan s anak supaya tidak melakukan kesalahannya lagi dan kembali kepada kebaikan.

Seperti itulah kejadian yang Aku alami selama aku menjalani proses pendidikan, beruntung bagiku karena Aku masih diasuh oleh orangtua yang mengerti dan faham apa itu baik dan apa itu buruk, Aku sudah terbiasa dengan teguran guru bahkan sampai hukuman fisik kalau Aku sedang salah, justru Aku merasa bersyukur kalau Aku ditegur atau bahkan dihukum dikarenakan kesalahanku, berarti sang guru sayang dan memperhatikan Aku, bukan malah memaki bahkan menginginkan balas dendam kepada guru.

Bukan main hasilnya betapa dengan cara seperti itu Aku khusunya bisa kuat mental seperti ini, mengerti akan kesalahanku, mendapat pendidikan yang sebenar-benarnya, apalah jadinya Aku kalaulah guruku dulu tidak menegurku bahkan menghukumku ketika Aku salah, Aku yakin rasanya Aku tidak akan bisa seperti sekarang.

Terima kasih para guru-guruku yang tidak pernah lelah dan bosan untuk selalu memperhatikanku, memberikan ilmu-ilmu yang luar biasa, mudah-mudahan guru-guruku diberi ganjaran yang berlipat ganda, maafkan Aku yang bandel ini.

Tulisan ini merupakan pengalamanku, melihat betapa mirisnya pendidikan di zaman now, sekarang terbalik malah guru yang sering dimarahi bahkan dimaki oleh para orangtua, Aku merasakannya sendiri bahkan sampai-sampai diancam dan mau dipenjarakan.

GLADIATOR

Sepakbola di era modern bukan lagi hanya sekedar olahraga, sepak bola sudah menjadi bisnis yang memberikan banyak sekali keuntungan bari para pelakunya, di era modern ini banyak sekali investor yang berani menanamkan uangnya untuk suatu klub sepak bola, bahkan lebih dari itu sepak bola sudah menjadi “agama” yang baru untuk saat ini.

Liha Chamfions merupakan ajang tertinggi sepak bola Eropa, dimana diajang ini hanya tim-tim terbaik di benua Eropa yang dapat tampil, tim-tim bertabur bintang ikut andil untuk memeriahkan ajang ini, sungguh pertandingan menarik dimana pemain termahal dan terbaik di dunia saling bertarung memperebutkan tropi si kuping besar.

Sepak bola tidak melulu mengenai permainan bolanya saja, banyak hal positif yang dapat diambil dari olahraga terpoluler didunia ini, mulai dari sikap sportiv serta semangat juang para aktor lapangan hijau untuk membawa timnya juara.

Italia semenjak dulu sudah dikenal sebagai Negaranya para Gladiator itu pula yang tercermin dalam permainan sepak bolanya, sikap pantang menyerah para Gladiator dulu tercermin pula pada sepak bola Italia, memiliki serangan balik yang mematikan ditambah pertaham yang solid membuat tim-tim dari Itali ini selalu dikatakan tim “underdog”, bukan tanpa alasa diawalai oleh comebacknya tim Srigala Ibu Kota yang mengubur angan-angan Barcelona yang menjadi kandidat kuat juara, walalupun awalnya Srigala Ibu Kota kalah namun tanpa disangka dapat membalikan prediksi para pengamat sepakbola, sehingga Srigala Ibu Kota dapat melaju ke babak selanjutnya dengan kepala tegak, lolos secara dramatis walaupun kecil kemungkinannya, namun dengan semangat pantang menyerah para Gladiator Srigala Ibu Kota akhinya tim ini lolos.

Malam ini hampir terjadi lagi, betapa tim Itali Juventus dapat menyamakan agregat, walaupun dalam hitungan matematik terlihat mustahil membalas tiga gol dari Real Madrid, disini pula bahwa tidak selamanya hitungan matematis berbanding lurus dengan keadaan dilapangan hijau, kita belajar bahwa semangat pantang menyerah harus terus dikobarkan dalam keadaan apapun.

Drama terjadi, bola itu bundar memang dipastika seperti itu, walaupun Juventus kalah namun pertandingan dimalan ini begitu seru dan menghibur, Juventus kalah dengan kepala tegak karena ” hittah” sebak bola Itali telah hidup kembali.

Memancing Hidup

Dari sekian banyak yang Aku tulis dalam goresan tinta elektronik, kebanyakan tulisanku memuat tentang kehidupan dalam keseharianku menjalaninya karena memang Aku masih hidup makanya Aku banyak menuliskan tentang apa saja yang sudah dan inginku alami dalam kehidupanku, kalaulah sudah meninggal tentu saja Aku tidak akan menulis,,, (wong Akunya sudah mati kok) hehe,,,,

Kehidupan tak akan berhenti, terus berproses bahkan setelah matipun kita masih akan terus berproses sampai pada titik dimana kita kembali pada tempat yang semestinya, kehidupan ini laksana drama dimana kita menjadij aktrisnya yang alurnya sudah ditentukan Tuhan Yang Maha Kuasa, hanya saja skenario alurnya Tuhan rahasikan supaya manusia dapat menampakan wujud aslinya, kalaupun skenarioa alur Tuha terbongkar tentulah manusia tidak akan ada yang berbuat doa.

Sedari kecil kita sudah diajarkan untuk mengambil pelajaran dalam hidup untuk itulah Tuhan memberikan berbagai macam cobaan kepada kita, supaya kita dapat memaknai hidup dan mensyukuri hidip, hidup ini hanyalah titipan yang bisa saja Tuhan mengambilnya kapan saja dengan sekehendak-Nya.

Setiap fase kehidupan tentulah meninggalkan kesan dan pelajaran, dengan demikian kita bisa terus menatap kehidupan “fana” ini dengan optimis, kehidupan laksana orang sedang memancing, kita tidak tahu apakan ditempat yang kita pancingi ada ikannya, umpannya harus pake apa, dan lain sebagainya begitu pula kehidupan.

Pemancing haruslah orang yang sabar dan penuh rasa optimis supaya menghasilkan ikan yang banyak dan besar, bukan hanya itu pemancing juga harus tahu dimana biasa ikan berada, ditambah pemancing harus tahu umpan yang dipakainya apa supaya umpan dimakan oleh ikan yang ditargetkan si pemancing.

Singkat?,,, memang hidup ini teramat singkat sehingga betapa sia-sianya kehidupan kalau tidak ada manfaat dan tujuan, jangan sampai termakan iklan yang hanya menilai kehidupan ini sebagai kenikmatan, justru sebenarnya kita sedang ada dalam ujian, ingat apapun yang kita lakukan pastilah dimintai pertanggung jawaban, karena kita hanya dititipi untuk hidup.

Pancinglah Rahmat Tuhan dengan kita selalu melaksanakan perintahnya dan mejauhi segala larangannya, yakinkan pada diri pasti nilainya perintah itu baik dan nilai larangan itu buruk, kebaikan tidak hanya bersifat umum ada kebaikan yang absolut.